Minggu, 14 Agustus 2011

askep Karsinoma nasofaring


Pengertian

Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas yang berlokasi di daerah faring. Hampir 60% tumor ganas pada daerah kepala dan leher merupakan karsinoma nasofaring.

Etiologi

Sudah hampir dapat dipastikan bahwa penyebab karsinoma nasofaring adalah virus epstein-barr. Hal ini dapat dibuktikan, bahwa pada penderita karsinoma nasofaring didapatkan titer anti virus epstein-barr cukup tinggi.

Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya karsinoma nasofaring adalah letak geografi, rasial, jenis kelamin,genetik,pekerjaan, lingkungan, kebiasaan hidup, budaya, sosial ekonomi, infeksi kuman dan parasit lain.

Patofisiologi 

Nasofaring terletak di belakang tabir langit-langit dan di bawah dasartengkorak.letak yang demkian sulit untuk diperiksa oleh orang yang bukan ahli, sehingga sering kali tumor ditemukanterlambat dan menyebabkan metastase ke leher.

Berkait dengan hal tersebut, maka gejala yang timbul pada karsinoma nasofaring cukup kompleks dan digolongkan dalam 4 kelompok yaitu:

1.   Gejala nasofaring
Gejala nasofaring dapat berupa epistaksis ringan atau sumbatan hidung. Hal ini perlu pemeriksaan cermat seperti nasofaringoskop.

2.   Gejala telinga
Letak nasofaring yaitu dekat dengan muaratuba eustakius, sehingga ganggua yang timbul dapat berupa tinitus, rasa tidak enak ditelinga bahkan kadang-kadang timbul nyeri pada telinga (otolgia).

3.   Gejala mata
Nasofaring berhubungan dan dekat dengan rongga tengkorak melalui beberapa lubang. Penjalaran dari karsinoma melalui foramen laserum akan mengenai saraf otak iii, iv dan vi. Gejala yang nampak dari gangguan tersebut adalah diplopia dan neuralgia trigeminal.
4.      Gejala saraf
Proses karsinoma yang lanjut akan mengenai saraf otak ix, x, xi dan xii. Penderita akan mengalami kesulitan dalam mrngunyah.
Penatalaksanaan medis

1.      Radioterapi
2.      Kemoterapi
3.      Pembedahan.

Rencana keperawatan terintergrasi

1.      Kanker
2.      Kehilangan
3.      Kemoterapi dan radioterapi
4.      Pembedahan

Pengkajian data dasar

1.      Riwayat atau adanya faktor resiko
-          Perokok berat
-          Peminum alkohol
-          Terpapar terhadap lingkungan karsinoma (polusi udara, arsenik, debu logam, asap kimia dll)

2.      Pemeriksaan fisik
a.    Sistem pernafasan
-          Epistkasis
-          Hidung tersumbat
-          Dispnea
-          Infeksi saluran pernafasan berulang
-          Disfagia

B. Sistem pendengaran
-          Tinitus
-          Rasa tidak enak di telinga
-          Nyeri pada telinga

C. Sistemsaraf dan mata
-          Nyeri saat mengunyah
-          Sukar membuka mata (diplopia)

Pemeriksaan penunjang      

1.      Ct-scaning daerah kepala dan leher
2.      Pemeriksaan serologi ig a anti ea dan vca
3.      Biopsi


Diagnosa keperawatan        

1.      Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perkembangan penyakitnya, pemeriksaan diagnostik  dan  rencana tindakan.
2.      Nyeri berhubungan dengan  penekanan dan kerusakan ujung saraf bebas oleh carsinoma nasofaring.
3.      Kurang efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan sumbatan oleh karsinoma nasofaring.
4.      Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya asupan makanan, sakit saat mengunyah

Rencana tindakan  

1.   Cemas beruhbungan dengan kurangnya pengetahuan tentang perkembangan penyakitnya, pemeriksaan diagnostikdan rencana tindakan.
Ditandai:
Data subyektif:
-          Sering bertanya
-          Menyatakan kurang mengerti tentang penyekitnya
-          Menyatakan perasaan sering gugup dan takut.

Data obyektif:
-          Ekpspresi wajah tegang
-          Tensi, nadi meningkat
-          Kadang-kadang berkeringat dingin

Kriteria evaluasi
-          Menyatakan pemahaman tentang penyakitnya, rencana tindakan dan pemeriksaan diagnostik
-          Menyatakan tidak gugup dan takut
-          Ekspresi wajah rileks
-          Tensi, nadi dalam batas normal

Intervensi
Rasional
1.   Berikan informasi tentang:
- sifat penyakit dan perjalannannya
- pemeriksaan diagnostik meliputi:
  tujuan, prosedur kerja, persiapan sebelum pemeriksaan dan perawatan setelah pemeriksaan.
- Tindakanyang diprogramkanmeliputi: efek samping dari radioterapi dan kemoterapi.

2.ikut sertakan orang- orang yang berarti bagi pasien dalam setiap tindakan atau penyuluhan untuk memberi dukungan.


3. Pertahankan kontrol nyeri yang efektif.
Mengetahui apa yang diharapkan dari tindakan medis dapat membantu kepatuhan pasien dan membantu menurunkan cemas yang berhubungan dengan tindakan medis.





Sistem pendukung yang kuat penting dalam membantu individu secara efektif mengatasi masalah dengan penyakit kronis.

Nyeri dapat mencetuskan cemas.


 
2.      Nyeri berhubungan dengan penekanan dan kerusakan ujung saraf bebas oleh karsinoma nasofaring.
Ditandai
Data subyektif:
-          Menyatakan nyeri

Data obyektif:
-          Raut muka menyeringai
-          Perilaku berhati-hati
-          Perilaku mengalihkan: menangis, merintih

Krietria evaluasi:
-          Tidak lagi menyatakan nyeri
-          Ekspresi wajah rilkes.

Intervensi
Rasional
1.   Untuk menimalkan nyeri:
-             Membalik dengan hati-hati dan beri dukungan
-             Hindari gerakan kepala yang mendadak.
-             Ubah posisi setiap 2 jam.
-             Lakukan teknik relaksasi.

2.kolaboratif dalam pemberian analgetik
Metastase karsinoma pada beberapa organ dapat menyebabkan nyeri yang hebat. Gerakan yang mendadak dan sentuhan dari orang lain dapat menimbulkan rasa nyeri.



Kontrol nyeri pada pasien karsinoma sering menggunakan narkotik dosisi tinggi..

3.      Kurang efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan tersumbatnya atau benjolan pada nasofaring.
 ditanadi:
Data subyektif:
-          Menyatakan kesulitan untuk bernafas.

Data obyektif:
-          Sesak nafas
-          Frekwensi nafas > 20 x/menit
-          Nampak kebiruan

Kriteria evaluasi:
-          Frekwensinafas 12- 20 x/menit
-          Warna kulit normal

Intervensi
Rasional
1.   Pantau :
-             Status pernafasan tiap 2 jam.
-             Hasil pemeriksaan paru-paru dan analisa gas darah.

2.   Ketika terjadi dispnea:
-             Berikan oksigen tambahan.
-             Implementasikan tindakan untuk mengurangi cemas.
-             Membantu pasien agar merasa dalam keadaan terkontrol : temani pasien dan intruksikan untuk bernafas perlahan-perlahan.
-             Pertahankan posisi tegak.

3. Siapkan pasien untuk trakheostomi.
Untuk mengidentifikasi indikasi perkembangan dan penympangan dari hasil yang diharapkan.


Membantu menurunkan upaya untuk bernafas dengan meningkatkan jumlah oksigen ke jaringan.
Posisi tegak memungkinkan ekspansi paru lebih penuh dengan menurunkan tekanan abdomen. 

5.      Perubahan nutrisi:kurang darti kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang adekuatnya asupan makanan, sakit saat mengunyah.
Ditandai:
Data subyektif:
-          Mengemukakan tidak nafsu makan, sakit saat mengunyah.
-          Kadang-kadang mual

Data obyektif:
-          Bb menurun
-          Kulit kering
-          Turgor kurang baik
-          Tampak lemas.

Kriteria evaluasi
-          Tidak terjadi penurunan bb
-          Turgor kulit baik
-          Tampak segar

Intervensi
Rasional
1. pantau:
-       Masukan makanan
-       Jumlah makanan yang dikonsumsi setiap kali makan.
-       Timbang bb setiap minggu

2.lakukan kontrol terhadaprasa nyeri.

3.   Ciptakan suasana lingkungan yang menyenangkan dan bebas dari bau selama waktu makan.

4. Lakukan pemasangan infus.
Untuk mengidentifikasi adanya kemajuan atau penyimpangan dari tujuan yang diharapkan.



Nyeri sebagai pencetus penurunan nafsu makan.

Bau-bauan dan pemandangan yang tidak menyenagkan selama waktu makan dapat menimbulkan anoreksia.

Dengan cairan infus sebagai masukan nutrisi secara parenteral.




Pengkajian data

Pengkajian dilakukan pada tanggal 2 april 2001 di ruang tht rsud soetomo.

I.       Identitas

Nama     : basri yusman                                 tgl. Mrs : 30 maret 2001
Umur      : 52 tahun                                           sumber informasi : penderita
Jenis kel.:laki-laki                                           keluarga terdekat : ismawati (istri)
Alamat   : sidotopo lor 60 surabaya
Status perkawinan :kawin
Agama    : islam
Pendidikan: sma
Pekerjaan  : swasta

II.    Status kesehatan saat ini

Keluhan utama
Penderita mengeluh kesulitan dalam menelan makanan dan makanan yang sudah masuk sering keluar (muntah).

Riwayat penyakit
Penderita megalami keluhan tersebut sejak 1,5 bulan yang lalu dan sebelumnya kira-kira 2 bulan yang lalu penderita sering mengalmi mimisan. Kadang-kadang  merasa sesak nafas. Keluhan tersebut berlagsung terus menurus,  penderita merasa lemas dan sakit kepala sehingga berobat ke poliklinik tht rsud dr. Soetomo . Dari poliklinik thtdisarankan untuk rawat inap.
Adapun penyakit yang pernah diderita dalam 6 bulan terakhir yaitu tb paru  dan penderita sedang menjalani pengobatan paket (oat) di puskesmas. Sekarang penderita masih batuk-batuk.

Diagnosa medik: disfagia + susfek karsinoma nasofaring.
Therapi :
-          Amitriptilin  0-0-1/2
-          Dulcolac 1xii tab
-          Diet lewat ngt

Rencana pemeriksaan diagnostik:
-          Nasofaringoskop
-          Biopsi

III.       Pengkajian sistem

1.sistem pernafasan
Penderita dalam bernafas nampak tenang, kadang-kiadang batuk, lendir (-)  frekuensi 20x/permenit, hasil perkusi daerah paru terdengar sonor, suara nafas  tidak terdapat wezing dan  ronkhi.

2.Kardiovaskuler
Kulit nampak pucat, akral dingin, nadi 68/menit,  tensi 110/70 mmhg, konjungtiva pucat, hasil perkusi daerah jantung terdengar pekak dalam batas normal, suara jantung tidak terdapat suara tambahan.

3.Sistem pencernaan
Penderita nampak lemah dan pusing, bb 37 kg, tb 162 cm, makanan dan minum lewat ngt, diet bubur saring 3x/hari, tambahan sari buah. Penderita belum bab sejak 3 hari yang lalu. Peristaltik usus  lemah dengan frekuensi 10 x/menit.

4.Sistem perkemihan
Penderita buang air kecil dibantu, frekuensi bak 5 kali dengan voluma 200 cc tiap bak, tidak mengeluh nyeri.

5.Sisten integumen
Penderita berbaring di tempat tidur, makan,minum dan mandi dibantu, sering mengeluh nyeri pada persendian lutut.

6.Sistem pengelihatan
Mata kiri nampak lebih kecil (diplopia). Tidak ada penurunan pengelihatan.

7.sistem pendengaran
Telinga simetris, tidak ada nyeri, tidak ada penurunan pendengaran.

8. Sistem reproduksi
Daerah kemaluan nampak bersih dan tidak ada keluhan.

9. Sistem endokrin
Tidak ada pembesaran thyroid dan tidak ada riwayat kencing manis.

Iv.psikososial

1. Persepsi  terhadap kesehatan
Klien merasakan penyakitnya sangat berat. Klien juga sering bertanya apakah penyakitnya dapat disembuhkan.

2.berkomunikasi
Klien sangat lancar berkomunikasi dan tidak tampak gugup.
3.hubungan dengan keluarga
Hubungan dengan keluarga sangat baik. Selama sakit klien ditunggui oleh istri dan anaknya secara bergantian.

4.ekspresi afek dan emosi
Klien tampak tabah tetapi kadang-kadang gelisah.

4.menjalankan ibadah
Klien hanya berdoa dari tempat tidur.

V. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan bta  (i, ii, iii) negatif
Pemeriksaan hb 10,8 gr%.

Analisa data

Data
Penyebab
Masalah
Data subyektif:
-bertanya tentang penyakitnya
-mengeluhkan tentang berat penyakitnya.

Data obyektif:
-tampak gelisah

Data subyektif:
-mengeluh sakit saat menelan makanan.
-mengeluh muntah selama 1,5 bulan

Data obyektif:
-mengeluh lemas
-terpasang ngt
-bb 37 kg, tb 162 cm

Data subyektif:
-mengeluh lemas

Data obyektif:
-makan, minum, mandi dibantu.
-terpasang ngt
Kurangnya informasi tentang perkembangan penyakitnya.







Penekanan pada ujung saraf bebas pada daerah faring, sehingga terjadi nyeri pada saat menelan.







Kondisi yang lemah, terjadi punurunan kekuatan dan terpasang alat-alat medis.
Cemas.








Asupan gizi.










Pertawatan diri



Diagnosa keperawatan

1.      Cemas berhubungan dengan kurangnya informasi tentang perkembangan penyakitnya, rencana tindakan medis.

2.      Kuranngya asupan gizi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan sakit saat menelan dan muntah-muntah.

3.      Devisit dalam perawatan diri beruhubungan dengan kondisi yang lemah dan terpasang alat-alat medis.


Rencana keperawatan

Dianosa  kep.
Tujuan
Intervensi
Rasional
Cemas berhubungan dengan kurannya informasi tentang perkembangan penyakitnya dan rencana tindakan medis.


































Kurangnya asupan gizi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan sakit saat menelan dan muntah


















Devisit perawatan diri berhubungan dengan kondisi yang lemah dan terpasang alat-alat medis..
Setelah dilakukan tindakan perawatan 1 x 24 jam, kecemasan klien berkuran atau hilang.
Kriteria;
-menyatakan pemahaman tentang penyakitnya.
-nampak rileks, tidak gelisah.
-melaporkan tidak cemas dan tidak gugup.





















Setelah dilakukan tindakan perawatan 2x24 jam, asupan gizi meningkat.
Kriteria:
-porsi makanan dapat masuk tanpa muntah.
-tidak terjadi penurunan hb dan bb.
-tidak terjadi penurunan elastisitas kulit.







Setelah diberi tindakan perawatan 2x24 jam, klien dapat melakukan sebagian pearwatan diri dan dalam waktu seminggu klien dapat mandiri.
Kriteria:
-menyisir sendiri.
-mengelap bagian sebagian tubuhnya.
-bak dan bab sendiri.

1.jelaskan tentang:
-penyakitnya merupakan tumor yang terletak pada tenggorokan dan sekarang masih dalam tahap pemeriksaan.
-rencana tindakan dari tim medis adalah pemeriksaan bagian tenggorokan dengan melihat secara langsung dengan mempergunakan alat laringoskop, kemudian diambil jaringannya untuk diperiksa agar diketahui sifat dari tumornya.

2.memotivasi keluarga untuk mendampingi dan memberi dorongan moril pada klien.

3.kenalkan pasien yang ada disebelah yang memiliki penyakit yang sama sebagai kelompo pendukung.

1.pantau:
-observasi keadaan mual-muntah.
-jumlah makanan yang dapat dimasukan leawat sonde.

2.lakukan kontrol terhadap rasa nyeri.

3.hindari bau-bauan yang dapat merangsang muntah: bau hamis, busuk dll.

4.kontrol bb setiap minggu.


1.laksanakan dengan ketat tindakan untuk asupan gizi.

2.bantu menyediakan makanan, air minum, air mandi, alat untuk bak,bab.

3.bantu untuk melakukan aktivitas di tt.
4.latih untuk duduk, berdiri secara bertahap.
Mengetahui apa yang diharapkan dari tindakan medis dapat membantu kepatuhan klien dan menurunkan kecemasan.
















Dukungan keluarga sangat membantu klien dalam menurunkan ketegangan dan kecemasan.
Sistem pendukung sangat efektif mengatasi masalah kecemasan.




Untuk mengidentifikasi adanya kemajuan atau penyimpangan dari tujuan.



Nyeri dapat sebagai pencetus timbulnya nyeri.
Bau-bauan yang kurang sedap dapat merangsang muntah.


Untuk mengetahui kemajuan dari keadaan gizi klien.

Faktor gizi sebagai pencetus terhadap penurunan kondisi klien.

Untuk memnuhi kebutuhan klien sehari-hari.




Dengan latihan bertahap klien akan merasa lebih mampu dan percaya akan kemampuan yang dimiliki.


Pelaksanaan

Waktu
Implementasi
Respon  dan perkembangan
Senin,
2 april
10.00


















12.00







13.00




Selasa
3 april
10.00






12.00



1.menjelaskan tentang :
A.penyakit klien merupakan tumor yang terletak pada tenggorokan. Tumornya dapat mengganggu pernafasan dan proses menelan makanan.
B.tim medis sedang melakukan pengecekan terhadap besar, sifat tumor dan tindakan selanjutnya.
C.pemeriksaan yang direncanakan adalah memeriksa langsung keadaan tumor dengan memasukan alat ke tenggorokan dan mengambil sedikit jaringan untuk diperiksa.

2.memotivasi keluarga (istri) dari klien agar tetap mendampingi klien  dan menanyakan kepada petugas tentang informasi yang dibutuhkan oleh klien.

3.mengukur tensi, nadi, pernafasan dan suhu.
4.membantu untuk memasukan makanan bubur sari lewat sode, sari buah dan air.
5.menanyakan keadaan mual dan muntah.

6.menanyakan tentang keluhan yang sedang dirasakan.
7.motivasi untuk istirahat.
8.motivasi keluarga untuk membantu kilen duduk.


1.mengkaji keadaan tidur, makanan  yang masuk dan keluhan yang lain.

2.melatih untuk duduk.

3.memasukan makanan ekstra sari buah.
4.mengukur tanda-tanda vital
5.memasukan bubur saring dan obat oral.



Klien dan keluarga tampak sangat memperhatikan penjelasan perawat. Selanjutnya klien menyatakan baru mulai mengerti tentang keadaan penyakit serta tindakan medis.












Tensi 100/70, nadi 84x/menit, rr 18x/meit suhu 36,6.
Bubur saring masuk 150 cc, sari buah 70 cc.

Tidak mual dan muntah.









Tidur cukup, makanan habis sesuai dengan porsi yang diberikan di rumah sakit.
Klien dapat duduk dan bertahan ½ jam tampa pusing.
Sari buah masuk 100 cc.

Tensi 100/70. Nadi 76/mnt, rr 18/menit.
Bubur sari masuk 200 cc, sari buah 70 cc, obat vitamin puyer.


Evaluasi

Tanggal: 3 april 2001
 diagnosa keperawatan:
Cemas berhubungan dengan kuranngya iinformasi tentang perkembangan penyakitnya dan rencana tindakan medis.

            s : klien mengatakan bahwa, penyakitnya adalah tumor pada tenggorokan.
                 klien mengatakan siap untuk diperiksa apapun.

            o : wajah tampak rileks.
                   tidur dan istirahat cukup
                  tanda-tanda vital stabil

            a: cemas teratasi

P: pertahankan kondisi klien dan teruskan komunikasi secara konsistenn jujur dan terbuka.

Diagnosa keperawatan: kurangnya asupan gizi berhubungan dengan sakit saat menelan dan muntah, dievaluasi tanggal 4 april 2001.

Diagnosa keperawatan:
Devisit perawatan diri berhubungan dengan kondisi yang lemas dan terpasang alat-alat medis, dievaluasi tanggal 4 april 2001.






Daftar pustaka


Doenges m.e., (1992). Nursing care planes, f.a.davis caompany, philadepia.

Lukman and soensen’s, (1993), medical surgical nursing, w.b. saunders, philadepia.

Barbara engram, (1998). Rencana asuhan keperawatan medikal bedah. Egc, jakarta.

Tucker m.s., (1998). Standar perawatan psien. Egc. Jakarta.


Pengkajian  keperawatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar